Imajinasi dalam Sebuah Kafe

Oleh: Rosmi Julitasari S

Kalian heran anak kecil berfilsafat? Sebenarnya hanya anak-anaklah yang benar-benar mampu berfilsafat”.

Filsafat. Kata yang menyeramkan bagi banyak orang. Mereka menganggap makhluk yang satu ini sebagai sesuatu yang sulit dimengerti dan dipahami. Sehingga, pada akhirnya mereka menghindar bila harus bersentuhan atau berkecimpung dalam hal yang berbau filsafat.

Mungkin itu sebabnya ada banyak buku yang berusaha mempermudah pemahaman orang tentang filsafat. Filsafat dikemas ke dalam bahasa yang tidak terlalu serius, narasi yang menyenangkan, dan latar belakang cerita yang sederhana.

Jostein Gaarder berhasil menulis filsafat secara sederhana dalam “Dunia Sophie” (1999). Dunia Sophie (Sophie’s World) berhasil masuk ke dalam jajaran buku terlaris dan bahkan menjadi buku pegangan untuk mata kuliah filsafat di sebuah universitas negeri di Jakarta. Sebelumnya, John Tyerman Williams yang menjabarkan filsafat dalam “Pooh and The Philosophers” (1995). Bila Gaarder menyederhanakan filsafat melalui surat menyurat antara Sophie dan sesosok misterius, Williams melakukannya dengan menghubungkan filsafat dengan segala kebingungan Winnie the Pooh dan kawan-kawannya akan segala sesuatu yang terjadi di hutan mereka.

Vittorio Hosle kemudian mengikuti jejak keduanya dengan menulis “Das Café der Toten Philosopen: minum kopi bersama arwah para filosof dari Sokrates hingga al-Ghazali” pada 2004. Tak beda dengan Gaarder dan Williams, Vittorio Hosle pun menyederhanakan filsafat dengan menggunakan bahasa anak-anak. Perbedaan yang mendasar adalah proses surat menyurat yang dilakukan oleh Hosle untuk menerangkan filsafat nyata terjadi. Kenyataan yang menguntungkan, karena pertanyaan-pertanyaan mengenai filsafat murni datang dari pikiran seorang anak kecil.

Vittorio Hosle, seorang Guru Besar Filsafat di Universitas GHS Essen, Jerman, melakukan surat menyurat dengan Nora K antara Januari 1994 dan Januari 1996. Saat menulis surat-surat yang dimuat dalam buku ini, Nora K. masih bersekolah di sebuah Gymnasium di Nordheim-Westfalen, Jerman. Kini ia sedang menempuh studi filsafat dan ekonomi di Inggris.

Hosle berhasil menuntun Nora ke dalam pemikiran filsafat, berdiskusi tentang Tuhan, dunia, dan kehidupan yang ideal. Dengan cerdas, Hosle membahas pertanyaan-pertanyaan dalam surat Nora melalui narasi pertemuannya dengan arwah para filsuf terkemuka seperti Aristoteles hingga al-Ghazali di sebuah kafé imajiner yang ia beri nama Café Zu den Toten, Abber Immer Jungen Philosophen. Seluruh surat balasan untuk Nora berisi perbincangan imajiner Hosle dengan para arwah para filsuf itu.

Ada pernyataan Nora yang menarik dalam buku ini. Ia membedakan antara mimpi dan kenyataan. Menurutnya, mimpi adalah dunia fantasi dan pikiran. Kedua dunia ini kemudian bertemu dengan sesuatu yang muncul dari dalam jiwa. Bagi kita, kenyataan adalah dunia material, akan tetapi demikian pula ilmu pengetahuan, sejarah, ataupun bahasa. Lalu, apakah kita benar-benar dapaat memahami seluruh kenyataan? Kita nyaris tidak tahu apa-apa tentang Tuhan. Meskipun begitu, Dia ada. Jadi, kenyataan kita tidaklah sempurna, persis seperti mimpi (hal. 6).

Pembahasan filsafat di kafe imajiner ini telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Ahmad Mulyadi dan diterbitkan oleh Tannenbaum Verlag. Selain isinya yang menarik, karya terjemahan ini enak dibaca karena Ahmad Mulyadi dapat mengantarkannya ke dalam bahasa Indonesia secara baik. Ukuran buku saku yang dipilih penerbit juga mendukung kenyamanan dalam membaca buku ini.

Judul: Das Cafe der Toten Philosophen

Minum Kopi bersama Arwah Para Filosof

dari Sokrates hingga al-Ghazali

Penulis: Nora K. & Vittorio Hosle

Penerjemah: Ahmad Mulyadi

278 halaman

Cetakan I, Mei 2007

Penerbit: Tannembaum Verlag

©2007 VHRmedia.com

Advertisements

Leave a comment

Filed under Philosophy

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s