Neraka Bagi Musuh Penguasa

Oleh: Arwani

Indonesia pernah menjadi neraka. Terutama bagi orang-orang kritis yang berani melawan penguasa. Untuk melanggengkan kekuasaannya, rezim Orde Baru di bawah kepemimpinan Soeharto membungkam lawan politik dengan segala cara. Salah satunya melalui penangkapan dan penculikan yang berakhir di tempat-tempat penyiksaan. Jadilah di tanah air berserakan tempat penyiksaan yang menimbulkan ketakutan massal dan trauma panjang.


Tempat-tempat penyiksaan itu menjadi saksi sejarah kejahatan terhadap kemanusiaan rezim Soeharto yang begitu meluas dengan ribuan orang menjadi korban. Soeharto dan Orde Baru dikenal sebagai rezim yang kejam melalui pembunuhan, penangkapan sewenang-wenang, penyiksaan, serta berbagai perbuatan tak berperikemanusiaan. Semua itu dijalankan untuk mempertahankan tahta selama 32 tahun.

Salah satu saksi bisu sejarah kelam rezim Soeharto adalah tempat-tempat penyiksaan yang jumlahnya mencapai ribuan. Ratusan ribu orang pernah merasakan kekejaman tempat-tempat penyiksaan tersebut. Di Jakarta saja terdapat ratusan tempat penyiksaan. Setelah rezim itu tidak berkuasa lagi, kini banyak bekas tempat penyiksaan yang beralih fungsi. Ada yang dibiarkan kosong. Ada pula yang masih digunakan sebagai markas militer.

Banyak orang yang mengalami penyiksaan di tempat-tempat angker itu bertutur betapa keji penyiksaan saat rezim Soeharto berkuasa. Contohnya kisah penyiksaan di Kalong, Gunung Sahari, Jakarta Pusat. Di markas Operasi Khusus (Opsus) ini ada seorang perempuan yang digantung dengan kepala di bawah dan bulu kemaluan dibakar. Banyak pula korban yang disetrum listrik, disundut rokok, serta beragam kisah mengerikan.

Tempat penyiksaan yang paling terkenal di ibu kota negara adalah Gang Buntu, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Banyak tokoh oposisi Orde Baru pernah merasakan pedihnya disiksa di tempat ini. AM Fatwa, misalnya. Tokoh Islam radikal ini dua kali “dibon” di Gang Buntu.

Tempat yang juga menyeramkan adalah markas Polisi Militer di Guntur, Menteng Dalam, Jakarta Pusat. Di tempat yang sampai sekarang masih digunakan sebagai markas Polisi Militer ini banyak “musuh” Soeharto, terutama tahanan peristiwa 1965, pernah mengalami penyiksaan keji.

Tempat lain yang tak kalah seram adalah bekas kantor Lembaga Sandi Negara di Jalan Latuharhary. Banyak orang yang disiksa di bunker di kantor ini. Kini gedung ini digunakan sebagai kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia. Sampai sekarang banyak satpam di kantor ini mengku melihat “penampakan” korban-korban penyiksaan. Bunker di gedung itu baru dibongkar pada tahun 2006 saat kantor Komnas HAM ini direnovasi.

Dari semua tempat tersebut, tempat penyiksaan yang paling seram adalah Kremlin. Kremlin singkatan dari Kramat Lima, kantor Opsus di Jalan Kramat Lima, Jakarta Pusat. Tidak sedikit aktivis yang pernah mencicipi kekejaman di tempat tersebut.

Buku ini merekam kesaksian blak-blakan orang-orang yang pernah mengalami penyiksaan rezim Orde Baru. Yang mencengangkan, banyak di antaranya menjadi korban asal tangkap atau hanya karena mempunyai hubungan (kawan atau keluarga) dengan orang-orang yang berani berseberangan atau melawan penguasa yang pongah. Di Jakarta saja demikian banyak tempat penyiksaan. Dan di seluruh wilayah Indonesia, tempat penyiksaan pun bertebaran di mana-mana.

Judul: Neraka Rezim Soeharto: Misteri Tempat-tempat Penyiksaan Orde Baru
Penulis: Margiyono (ed.) dan Kurniawan Tri Yunanto
Ilustrasi: Yayak Iskra
Penerbit: Spasi dan VHR Book, 2007
Tebal: 250 halaman + Pengantar dan Pendahuluan

©2007 VHRmedia.com

Advertisements

1 Comment

Filed under History

One response to “Neraka Bagi Musuh Penguasa

  1. iskra ismaya

    Bu, Akan sangat membantu orang untuk membayangkan pentingnya memiliki dan membaca buku itu bila saja dalam setiap promosi seperti ini juga menyertakan gambar dari cover depan dan cover belakangnya. Baguslah sudah tercetak. Setidaknya ada dokumentasi tertulis tentang kekejaman
    rezim orba. Maju terus dan merdeka. YK

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s