Samudra Pasai: Sebuah Ulasan

Selamat datang di dunia hitam dan putih, di mana hukum abu-abu tak dikenal di sini. Yang hitam tetaplah hitam, dan yang putih sudah pasti putih.

Dunia ini dimulai saat wafatnya Malikussaleh, pendiri kerajaan Pasai yang dikenal sebagai kerajaan Islam pertama di Nusantara. Malikussaleh, bernama asli Merah Silu diangkat sebagai Sultan Samudra Pasai yang pertama oleh Nazimuddin, pendiri kerajaan ini.

Kekuasaan Malikussaleh kemudian dilanjutkan oleh Malikuddhahir I, putra satu-satunya Malikussaleh. Di bawah kekuasaan Malikussaleh sinilah cerita Samudra Pasai berpusat.

Hitam putih dunia Samudra Pasai sudah terasa kental sejak cerita dalam buku ini dimulai, dengan batas perbedaan antara kedua warna yang menyimbolkan kebaikan dan kejahatan begitu kentara. Malikussaleh, Malikuddhahir I dan Malikuddhahir II digambarkan begitu putih, selayaknya raja yang dikultuskan rakyatnya. Sementara tokoh antagonis dalam cerita ini, Syarif Imanudin yang memberontak pada kekuasaan Malikuddhahir I misalnya, digambarkan sebagai tokoh yang begitu jahat. Tak ada kebaikan yang dideskripsikan dalam dirinya.

Begitu juga halnya pemaparan penulis mengenai kerajaan Samudra Pasai. Kerajaan ini seolah tanpa cacat: kaya raya, subur, rakyatnya makmur dan sejahtera, penuh keramahan dan kedamaian, aman sentosa, dan sebagainya. Bagaikan dalam mimpi, kehidupan yang dipaparkan di sini.

Satu hal yang membuat saya bertahan untuk membaca buku ini adalah kepiawaian Putra Gara dalam merangkai kalimat dan menjadikannya cerita. Sudah jarang penulis yang mampu menulis se-ciamik ini, dengan sedikit sentuhan sastra melayu yang mendayu.

Selain itu, riset yang dilakukan Putra Gara untuk mengungkapkan kehidupan pada masa kejayaan Samudra Pasai patut diacungi jempol. Saya yakin tak banyak dari kita yang mampu menyebutkan nama raja-raja kerajaan ini, apalagi menyebutkan kerajaan sekutu Samudra Pasai, hingga kunjungan Ibnu Batuttah ke kerajaan ini. Meski ada fakta yang mengganjal di benak saya, benarkan India mengekspor sapi (bukan kerbau), dan Samudra Pasai telah berhasil membuka pertanian kopi dan mengekspornya pada masa itu? (lits)

Judul Buku: Samudra Pasai

Penulis: Putra Gara

Penerbit: Hikmah

Tempat dan Tahun Terbit: Jakarta, 2010

Jumlah Halaman: 452

ISBN: 9789793714578

Advertisements

Leave a comment

Filed under Fiksi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s