The Death to Come: Sebuah Ulasan

Andai saja saya tidak mengenal Tyas Palar secara pribadi, saya tidak akan percaya kalau buku ini ditulis oleh orang Indonesia. Cara bertutur penulis di buku Death to Come ini lebih mendekati gaya bahasa yang biasanya ada dalam buku-buku terjemahan.

Sebut saja nama-nama tokoh yang ada dalam buku ini: Edward Twickenham yang bernama asli Arderydd ab Don, atau Ivar Eidfjord yang terasa asing di lidah orang Indonesia. Atau istilah-istilah seperti Dinding Perjanjian, Kilasan Masa Depan, Jalur Pantulan yang banyak terdapat dalam buku-buku fantasi edisi trjemahan. Atau fasihnya penulis menguraikan sejarah Greenland, peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam mitologi Skandinavia, hingga wabah penyakit yang yang menyapu Eropa dan Asia di abad ke-14.

Hal lain-lain yang membuat saya merasa buku ini menarik adalah sikap kritis penulis terhadap isu kemanusiaan yang disisipkan dalam cerita mengenai perjalanan penyihir dalam menafsirkan ‘Kilasan Masa Depan’ yang dialami Ivar. Sentilan terhadap penindasan antar agama, misalnya, terlontar dalam ucapan Edward saat menanggapi ‘agama baru dari Timur’ (Kristen) :

<i>”Aku telah melihat batas-batas negara mengembang dan menyusut, orang-orang lahir dan mati. Orang-orang yang mengaku lebih baik dari orang-orang lainnya ternyata kerjanya membunuh dan membantai, nyaris tanpa alas an. Ya, jadi maaf saja, meskipun semua sama buruknya, bagiku yang lama lebih menenangkan karena punya ikatan emosi yang sangat kuat denganku</i>.”

Kekaguman saya terhadap isi buku ini sepertinya berhenti sampai di sini. Di luar alur tulisan yang mengalir kuat, saya tidak melihat (atau mungkin belum) adanya intrik atau konflik yang signifikan dalam cerita ini. Perseteruan antara Edward dengan Gaspar pun, yang sejak awal telah diceritakan, ternyata penyebabnya tidak sesengit yang saya bayangkan sebelumnya. Begitu pula dengan adegan terakhir penutup cerita buku ini, tak begitu terasa klimaksnya. Bila tidak diselamatkan dengan adegan Dinding Perjanjian, akhir cerita ini saya rasa akan terasa hambar. Saya rasa, saya harus menunggu cerita lanjutannya di buku kedua, agar rasa penasaran saya tentang apa sebenarnya yang menjadi konflik dalam trilogi <i>The Search for Merlin</i> ini terpuaskan. (lits)

Judul Buku: The Death to Come

Penulis: Tyas Palar

Penerbit: Etera Imania

Tempat dan Tahun Terbit: Jakarta, 2009

Jumlah Halaman: 354

Advertisements

Leave a comment

Filed under Fiksi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s